Tuesday, 23 February 2021

RATU ADIL DI MANAKAH

 Tatanan hidup umat manusia di bumi telah berubah. Harkat dan martabat yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam kultur  budaya asal berusaha untuk dihapus menuju tatanan hidup global yang mengiring umat manusia melupakan jatidiri.

Umat manusia di muka bumi ini digiring kepada tatanan hidup global oleh para bankster/elite global dan memuja berhala "uang/materi".
Topeng "ajaran" dengan janji "surga" dan ancaman "neraka" telah mencuci otak umat manusia untuk taat dan patuh bagai budak yang pada akhirnya dapat dijadikan senjata perang tanpa pamrih.
Manusia telah tertipu dengan "ajaran dogmatis" dan kehilangan akal sehatnya. Meninggalkan kultur budaya asal dan menjadi manusia "tanpa jatidiri".
Penyembahan berhala/uang telah membuat manusia lupa akan nilai-nilai kemanusiaannya yang hakiki. Bila manusia kehilangan "jatidiri", maka akan dengan mudah digiring bagai hewan.
Tatanan hidup umat manusia di muka bumi ini telah dirusak!. 
Sistem perbankan tempat "berhala uang" menempatkan diri dalam kekuasaannya telah  menjajah umat manusia menjadi budak.  Menjerat umat manusia masuk kedalam lingkaran setan "gaya hidup" yang diciptakan para bankster/eliteglobal melalui media pelacur. Hampir semua umat manusia di bumi memuja berhala "uang".  Merenung sejenak di suatu tempat di mana "uang tidak berlaku", rasa syukur hanya terucap kepada Sang Maha Pencipta. Hidup akrab dengan alam semesta dan dekat dengan Sang Pencipta karena jauh dari berhala.


Sajian film pendek di atas akan membantu mengkaji jatidiri Tinggal beberapa saat di belahan bumi terpencil. Hidup dalam kultur budaya asal yang akrab  dan bijaksana memilih teknologi  akan membuka wawasan makna hidup dan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Kelompok manusia yang tetap memiliki kesadaran spiritual tinggi bertahan dalam arus globalisasi dengan tetap memelihara kultur budaya asal dan berteriak kepada Ibu Bumi/Ibu Pertiwi/Ibu Lemahcai yang pasti akan membela umat manusia yang tertindas. Dalam kesadarannya kelompok umat manusia ini berteriak memanggil Ibu Bumi untuk kembali ke bumi dan menuntut keadilan!.
RAtu Adil telah hadir di muka bumi yang penuh angkara murka untuk  mengadili umat manusia di muka bumi ini dan membasmi kekejaman angkara murka dari muka bumi, menyelamatkan umat manusia yang berhati putih dan bersih.
.
Dalam beberapa tulisan sastra kuno nusantaRA, kedatangan RAtu Adil dijelaskan dengan tanda-tanda alam semesta.
Bila manusia tetap sadar akan nilai-nilai kemanusiaan dan meningkatkan daya spiritual, maka manusia akan mampu membaca tanda-tanda alam suara Sang Maha Pencipta.

RAtu Adil memiliki konsep yang jelas, sosok perempuan yang menjadi ‘RAja’ atau pemimpin, atau negaRAwan. Menjadi ‘RAtu’, dengan dasar sikap adil palamarta (senjatanyatrisula wedha sangat tajam berupa niat suci, Trimulia “silih asih – silih asah – silih asuh).

Jiwanya telah digembleng oleh para leluhur besar bumi jagat nusantaRA, trah wisesa;
  • Seorang yang memakai Nama Tuwa
  • Pedang Keadilan senjata RAtu Adil.
  • Di bawah payung kuning(Kaisar/Pangeran Kuning); payung kuning adalah lambang kemuliaan dan keluhuran budi pekerti. Juga bermakna keberanian yang berpijak pada suatu kebenaran universal/alam semesta.
  • RAtu Adil gemar membantu orang-orang yang menderita, kesusahan dan kesulitan.
  • Kalipatullah panetep panatagama; lahir di bumi nusantaRA untuk mengemban amanat Roh Jagad Agung (Hyang Jagadnata), sebagai pemimpin yang memberikan banyak pelajaran tentang makna hidup yang sejati.
  • RAtu Adil  adalah Ibu Bumi/Ibu Pertiwi/Ibu Lemah Cai. Mendamping RAtu Dunia dan RAja Dunia.


Sejak masih di dalam kandungan rahim Ibu Bumi, badan halus dan sukmanya,  digembleng oleh para leluhur RAtugung BinataRa, hyang-hyangnya sendiri.
Sukma calon RAtu Adil, atas kehendak Tuhan YME, sudah dipersiapkan dan direstui oleh para leluhur besar bumi nusantaRA, termasuk para RAja dan seluruh RAtu/RAja dari jagad gaib, di antaranya Kanjeng RAtu Kidul, BetaRA Kala, serta seluruh pembesar dari jagad maya di seluruh jagat bumi,  memberikan doa dan memberikan restu kepada Calon RAtu Adil untuk kelak menyelamatkan dan memimpin umat manusia menuju masa kejayaannya.

(tetapi banyak orang-orang membuangnya,  membuat hati kesal, mentulikan telinganya, dan menutup mata (tidak peduli).

(tetapi seberapapun adanya orang yang peduli, mau mendengar, dan mengikuti jejak langkah RAtu Adil, maka mereka pasti selamat hidupnya)

(….sebab sebelum RAtu Adil datang, di nusantaRA telah muncul “setan” berlagak “manusia berbulu lebat" mengaku pembela agama, menetap di “glasah wangi” menjadikan manusia berganti tatanan, menyebabkan datangnya kegelapan, karena orang-orang meninggalkan tradisinya....).

 (....Ratu Adil sudah melakukan penempaan diri dalam ‘pertapaan’nya). 

 (..hanya saja, carilah “senjata” (Ratu Adil) sampai ketemu (Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh), sebab kelak bakal ada berdiri RAtu yang sama cakapnya, sama pakaiannya dan juga sama wajahnya, nah di situlah orang-orang akan merasa malu sendiri, sebagian yang lain kebingungan (ket: karena orang yang sangka calon Satria Pininggit ternyata bukan).

(…tetapi lebih beruntung orang yang sudah mengerti siapa yang menjadi pemimpin dan panutannya, makanya kalian semua jangan sampai lupa akan ciri-khas atau tanda khusus siapa sang Ratu Adil panetep panata gama).

(jika kalian sudah bertemu (calon Satria Piningit), jangan sampai kalian terlena, ikutilah jejak langkahnya, pasti selamat, abadi selamanya…......)

(Ratu Adil masih disembunyikan oleh Tuhan dianggap remeh dan tidak disangka oleh banyak orang.................,
..............akhirnya Tuhan mencipta dan mengutus RAtu Adil sebagai pemimpin yang membawa amanat untuk membenahi kerusakan dahsyat jagat RAya akibat bencana kemanusian dan bencana alam.

Tetapi di manakah  Ratu Adil sekarang?, 
tidak banyak diketahui orang keberadaanya.  
Karena masih ‘menyamar’, dan “bersembunyi’ di dalam perlindungan Tuhan.

Hanya orang-orang yang beruntung, juga orang-orang linuwih  yang memiliki kawaskitan sangat tinggi yang dapat mengetahui keberadaannya pada saat ini.

Ratu Adil penegak kebenaran. RAtu dalam kemuliaan agung. datangnya tiba-tiba secepat kilat, diiringi berjuta-juta “malaikat” (berjuta leluhur jagat RAya bumi), berdiri dengan payung kuning (kebenaran sejati).
…umbul-umbul ditingkahi ‘bendera pare anom’ itulah pertanda pangeran pati, tunggangannya kuda nafas, cambuknya tunggak rotan, membawa panah berupa tekad suci yang sangat tajam ujungnya, sangat elok kharismanya, sangat berwibawa wajahnya, lengannya ramping tetapi amat kokoh, …
…ada perang yang lebih besar, saking besarnya, makhluk halus genderuwo, hantu, jin, berbagai macam iblis laknat, semua buyar lari tunggang langgang menyingkir........................... 
…tidak berapa lama segera datang Ratu Adil duduk menjadi pemimpin dan suri tauladan..................

…itu yang membuka mata hati manusia ....................

yuk kita kiamat

 Hahaha.... Mari tertawa....

Apakah yang paling beharga di muka bumi ini?.
Emas, berlian dan lain sebagai nya.
Sadarkah akan semua kebodohan itu!.

Emas di gali dari perut bumi untuk di tumpuk di gudang-gudang emas, dengan pengamanan ekstra ketat berbiaya  tinggi.

https://rsyahroni.wordpress.com/2014/08/21/misteri-harta-karun-kerajaan-nusantara/

INDONESIA adalah negri yang berdiri  di atas "EMAS".
Bangsa Indonesia menggunakan emas dengan wajar saja, bangsa Indonesia adalah penduduk SUNDALAND yang berasal dari planet SIRIUS.

Kultur budaya Indonesia yang beragama kan AGAMA SURYA atau yang lebih di kenal sebagai SUNDA WIWITAN yang sampai saat ini masih bertahan di Pulau BALI.

Serangan kultur budaya asing sangat amat berbahaya, mengikis dan menghapus budaya asal. Ajaran Abrahamik, GOLD, GLORY ....... perbudakan global. Budak yang taat dan patuh.
Membeli asuransi kebakaran neraka dalam doktrin dan dogmatis agama. Padahal surga dan neraka ada di bumi ini, di buana PANCA TENGAH.

NEGRI SATU MALAM nyaris kalah oleh budaya NEGRI SERIBU SATU MALAM.

Penjual asuransi kebakaran neraka yang didukung oleh media pelacur telah mengiring manusia kepada perbudakan global. Perbudakan global menggiring manusia kepada pemujaan berhala "UANG" atau materialistis.
Gelombang elektro magnetis  materialistis menjauhkan manusia dari gelombang elektro  magnetis spiritualis.

Sedangkan sesungguhnya gelombang elektro magnetis spiritualis  adalah sumber kesadaran manusia untuk dapat kembali kepada cahaya asal manusia. 

Dogmatis dan doktrin agama telah menutup mata hati bangsa INDONESIA dan melupakan leluhur Bangsa dengan meninggalkan budaya asal.

TANAH AIR, LEMAH CAI bukan hanya sekedar ungkapan biasa.

Tanah dan air adalah unsur kehidupan manusia di muka bumi ini sebagai IBU PERTIWI, IBU BUMI. Dalam asuhan MATAHARI(PANON POE). Hasil gambar untuk ra

STARGATE gerbang planet.
Tanpa cahaya matahari tak akan ada kehidupan di planet bumi ini.

Bangsa Indonesia adalah bangsa Matahari, bangsa yang menerima kekuatan cahaya matahari di sepanjang tahun nya, membuat negri Indonesia indah dan subur.

Bagi bangsa Indonesia, tanah dan air adalah unsur utama kehidupan. Bukan emas.

Mengapa negara paling kaya di dunia bisa memiliki hutang???
PENIPUAN!!!
PENIPUAN!!!
PENIPUAN!!!

https://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&hl=id&prev=search&rurl=translate.google.co.id&sl=en&sp=nmt4&u=https://www.bibliotecapleyades.net/sociopolitica/sociopol_gold12.htm&usg=ALkJrhiEg1wXFvllL4VYjmmgh7Hl6LpIxw

Sistem ekonomi palsu telah menghancurkan kehidupan umat manusia pada perbudakan global.


Kiamat adalah cara terbaik menghapus hutang umat manusia dari muka bumi ini.

Kiamat adalah mengusir species alien yang bukan berasal dari muka bumi ini.

"KIAMAT"  adalah strategi "BANDUNG LAUTAN API".
Mari BUNG rebut kembali.

Kepada siapa umat manusia berhutang??, saat semua penjahat serakah telah terusir dari muka bumi ini?.

HIDUP SEJATERALAH UMAT MANUSIA di MUKA BUMI ini.

SIRIAN PORTAL GATE 8 - 8 - 8 terbukanya pusaran bumi yang membawa kelimpahan kepada umat manusia.



Bila bangsa ini kembali kepada "menyan, kopi dan cerutu", sudah pasti akan menjadi RAJA DUNIA.

Nenek moyang bangsa ini telah membuktikan kekuatan, JAYA dan SAKTI menguasai udara, laut dan darat.

STARSEED

 

Terjawab sudah!!


Masa kanak-kanak yang aneh.......
Saat waktu menunjukan pukul 9 pagi dan sinar matahari merangkak naik adalah waktu untuk menikmati sakit kepala yang hebat.
Meringkuk di tempat tidur adalah pekerjaan yang dilakukan selama bertahun-tahun.
Sakit kepala yang hebat sangat sering dirasakan.
Tumbuh sebagai manusia yang minder???
Kecantikan, kepandaian tak mempengaruhi diri pribadi.
yang ada adalah perasaan terbuang dari keluarga.
perasaan terbuang dari pergaulan, dan tidak peduli.

Kesendirian adalah indah dan bahagia!

banyak yang menemani di luar sana!.

Dan yang sangat di sukai adalah menyendiri di para-para rumah.
Mengintip ke bawah melihat keadaan isi rumah dan tersenyum sendiri menyaksikan orang rumah mencari diri nya yang bersembunyi di  para atap  rumah.

Masa sekolah yang cukup menyebalkan dan juga rasa tidak adil guru di sekolah, tak membuat  menjadi alasan untuk tidak masuk  kesekolah.

Ijazah di hiasi dengan angka 10, tidak ada alasan bagi guru untuk angka 10 yang di dapat, karena titik, koma pun menjadi perhatian serius.

Pekejaan sesungguhnya di kerjakan serampangan saja dan entah siapa yang mengerjakannya, karena hasil kerja adalah maksimal.

Bicara adalah diluar kesadaran, .........................

jelaslah sudah...... saya starseed!

terhubung dengan alam semesta yang penuh misteri yang tak akan pernah dapat di ungkap oleh manusia.


Betapa di GUNUNG TERANG, GUNUNG PADANG.... SUNda nusantaRA!!!


Sampurasun......................

Hidup di dampingi ku Karuhun Tatar Sunda

 "Eyang dongkap ka Nyai, ngajarkeun ka Nyai kumaha cara  hirup di dunya"

Lega rasanya......,Situs Gunung Padang di akui dunia. Dan yang pasti Tatar Sunda akan tetap jadi misteri. Senyum Eyang Sakadomas.

Gunung Terang, Metro Lampung. 20 October 2016.
“Ngahaturkeun haturnuhun sareng haturhormat nu saageng-agengna ka Gusti Allah nu mahaluhung”. 3x“
“Ngahaturkeun haturnuhun sareng haturhormat nu saageng-agengna ka sakabeh Eyang anu aya di KaRaton nagaRA goib Tatar Sunda”. 3x
“Ngahaturkeun haturnuhun sareng haturhormat nu  saageng-agengna ka Ibu-Rama”.
“Ngahaturkeun haturnuhun sareng haturhormat nu saageng-agengna ka murangkalih”.
“Ngahaturkeun haturnuhun sareng haturhormat nu saageng-agengna ka sadayana, rai raka, dulur sarang sanesna, nu parantos maturan di ziarah ieu”.

Menjalani kehidupan yang sering ku sayang dan ku benci.
Masa kecil yang indah dan masih terkenang dalam benak ini.
Seorang ayah dari Sei Pinyuh Kalimantan  berdarah Dayak Iban, Mongol, dengan Ibu yang berdarah Cina, Sunda dan Padang.
Rasanya lengkaplah sudah di temani seorang yang sangat menyayangiku  berdarah Minahasa dan Timor, kayaknya sih gado-gado Indonesiat banget.

Sampai gadisku mengatakan,”Masakan di rumah teh seru banget, masakan Cina, Sunda, Padang, Manado dan sayur daun singkong resep kakeknya yang ... wuih enaknya”.
Aku hanya tersenyum.

Masa kanak-kanak di jalan Pasundan yang indah. Pohon Jambu klutuk di depan rumah tempat aku belajar dan mengerjakan PR sekolah. Rantingnya membentuk kursi yang nyaman untuk aku duduk dengan aman sambil mengintip jambu yang sudah matang.
Rumah akan sangat ramai di kunjungi orang saat ayah melakukan upacara “potog lidah”, adat Dayak?.
Masih terbayang di benakku, Tanteku sepupu ayah yang cantik dengan bola mata yang bewarna hijau, atau saudara ayahku yang berkunjung ke Bandung dari kampung. Mereka memiliki kuping yang sangat panjang.  Mencapai kursi saat di duduk. Anak kecil, hanya memperhatikan saja tanpa mengerti apa-apa.
Serunya lagi, buyut ku sibuk sendiri setiap hari Senin dan Kamis aku menemaninya menunggu si Mas dengan sepeda ontelnya mengantar “rujakeun dan seupahan”.
Rujakeun terdiri dari sepotong kelapa, pisang, asem Jawa dan gula merah.
Seupaheun terdiri dari sirih, gambir, saga, cengkep, kapulaga, kapur dan tembakau.
Di tambah bunga tujuh rupa yang harum baunya di taruh di dalam gelas dan di beri air,   di lengkapi dengan pisang kapas.
Aku sering membantu buyutku menyiapkan sesajen.
Di atas baki lengkaplah sudah, segelas kopi pait, kopi manis dan air putih. Di sajikan di atas pandaringan(tempat menyimpan beras”. Disajikan sebelum magrib tiba.
Dan di lanjutkan dengan membakar “purupuyan”, yaitu arang kayu yang di bakar di anglo kecil sampai “ruhay”. Bila api nya sudah padam yang ada hanya baranya saja, Nuyutku menaburinya dengan sedikit-sedikit kemenyan...... dilanjutkan dengan berkeliling ke semua ruangan menyabarkan bau semerbak dan asap putih. Setelah selesai, “purupuyan" itu di simpannya di atas pendaringan bersama sesajen yang tadi di tata. Pagi harinya, adalah jatahku minum segela air putih yang ada di atas “pendaringan”. Buyutku yang mengambil gelas berisi air putih di atas “pendaringan” dan ia komat-kamit membaca doa/mantra. (aku ngak tahu apa yang di lafalkannya, karena ngak kedengeran, hanya melihat mulut nya saja yang komat-kamit). Masih belum selesai.  Karena pisang kapas nyapun jatah untuk aku makan. Jadi sarapanku setiap hari Selasa dan Jumat adalah segelas air putih dan pisang kapas hasil sesajen. Dan  itu  aku lakukan semasa buyutku masih hidup. Setelah beliau wafat.... saya tidak pernah lagi menikmat segelas air putih dan  pisang kapas yang enak.
Buyutku melanjutkan ritualnya dengan menyiramkan kopi dan bunga tujuh rupa yang di sajikan didalam gelas di pekarangan rumah, tetap sambil komat-kamit.
Selanjutnya ayahku sering mengobati orang sakit. Membayangkannya saat ini, memang aneh juga cara pegobatannya.
Satu blek miyak goreng di panaskan dalam wajan besar sampai mendidih, dan di siramkan kepada si sakit dalam keadaan panas mendidih dengan menggunakan bunga pinang jambe yang biasa di beli di tukang “rampe”. Aneh memang, tidak ada luka bakar sedikitpun.
Karena acara itu sering dilakukan, jadi rasanya menjadi hal yang biasa saja.
Dan ayah ku sering menyuruhku mengambill lumut yang menempel di tembok sebagai obat.
Dan kalau kami pergi ke Ciater kami mengumplkan lumut yang menempel di batu(mirip acara ritual yang dilakukan di Baduy Kanekes).

Karena kami sekolah di sekolah Kristen/Katolik yang memberitahukan dan mengajarkan kami sembahyang kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat dari api neraka(asuransi kebakaran), kami anak-anak meninggalkan  semua tradisi/ritus traditional orangtua kami. Yang kami sesali kemudian, setelah tahu tentang doktrin  terselubung dalam ajaran agama.
Apalagi pada kenyataannya, mitos atau legenda itu adalah kejadian yang sesungguhnya yang pernah terjadi.  Sekarang terlambat, ternyata “nyuguh”, yang di lakukan buyut saya adalah hal positif  sebagai ungkapan rasa hormat dan terimakasih kepada alam dan leluhur.
Saya menyesal percaya “ucapan”, ajaran agama yang mengatakan ritual sesajen “menyembah setan”.
Sekarang saat saya ingin kembali, sudah terlambat.
Karena saya tidak pernah minta untuk di ajarkan “komat-kamit” yang  di lafalkan buyut  atau  bertanya pada ayah upacara potong lidah itu untuk apa dan bagaimana?. TERLAMBAT.
Semuanya telah pergi ke alam lain.........

Menikah dengan seorang pria berdarah Minahasa-Timor yang juga kental dengan tradisi leluhur TONAAS/OPO-OPO, memiliki ritual yang tak berbeda jauh. (saya minta izin untuk mengambil foto ini).

Kembali lagi kepada masalah agama,  kami memutuskan ber”agama” Katolik, kami meninggalkan semua tradisi orangtua kami.

Saat kami menghadapi masalah yang agak aneh(ayah mertua muntah darah), adik-adiknya membawa ayah mertua ke rumah sakit Carolus, dan kami berdua pergi ke patilasan Opo Dotulong di Marunda, Cilincing Jakarta. Kami membawa bunga gladiol, suami saya bersimpuh di ujung patilasan sambil berdoa.
Kami mendengar berita bahwa ayah sudah tidak muntah lagi sebelum saya tiba di rumah.

Dalam hati saya terucap rasa terimakasih dan hebat euy.....













Kami berteman baik dengan juru kunci patilasan Eyang Wijaya Nata Kesuma,  Aki Sula di daerah Cipanas Cianjur.  Aki Sula membawa kami pergi ke Kutamaneuh di kaki Gunung Guruh, Sukabumi. Menurut Aki Sula, Kutamaneh adalah pintu utama KaRAton nagaRA goib  Tatar Sunda. Hal aneh di temui di sana. Suasana gelap gulita dan pamali untuk menyalakan api/penerangan. Kami berjalan menyentuh batu???, saya tempelkan pipi ke batu???, bukan batu!, ini adalah dingin logam.  Saat saya cerita sebagai laporan dan di sambut dengan ssstttt yang berati diam!!. Saya hanya tersenyum.

Anak-anak kami tinggalkan di rumah Aki di jaga oleh Nini. Saat kami pulang anak-anak lapor bahwa mereka baru pulang bermain di dalam lautan???. Padahal mereka rmain bermain/berjebur di kolam ikan di samping rumah Aki. Mereka di asuh berain di dasar laut. Haturnuhun Ibu!. Hanya itu yang saya ucapkan dalam hati.

Jembatan kecil menuju Istana Cipanas dari Mesjid di samping Istana di tutup. Saya sangat marah dan  membuang muka setiap saya lewati Istana Cipanas. Baru beberapa meter, mobil yang kami tumpangi di stop polisi. Polisi itu  hanya menanyakan arah tujuan kami. Kami jawab saja mau kerumah Aki. Yang anehnya  adalah logat polisi itu berbicara dan suaranya persis dengan suara Bung Karno, Presiden.
Sesampainya di rumah Aki, “Kenapa marah-marah”, kata Bung Karno.
Saya ceritakan, saya marah karena saya tidak bisa andi air panas lagi di istana. Mereka hanya tersenyum.
Aki mengatakan bahwa saya dan suami saya seharusnya sudah meninggal, dan sekarang sedang “nilem”.  Maaf kami tidak mengerti.

Seorang nenek-nenek yang nyaris buruk rupa berjalan kelelahan. Kami memperhatikannya dan dia berjalan ke arah kami. Dia bercerita bahwa ia sedang berjalan mau pulang kampung. Wawan, suami saya langsung mengeluarkan semua uang  ada di sakunya, Abah temannya melarangnya.
”Biasa itu mah cuma alasan”, kata Abah.
Wawan tidak menghiraukannya.
Nenek itu bercerita,bahwa kampungnya di daerah Karawang dekat rel kereta, desa Talaga Sari. Nenek itu mengundang kami ke kampungnya. Pikir saya itu adalah hal yang mustahil, melihat keadaan kami yang sedang prihatin. (pikiran manusia).
“Nyai.... itu suruhan Eyang, sekejap matapun sudah tidak akan kelihatan”, ucap Ibu Nyi Mas Ayu GandaSari dengan suara lembut. Haaahhhh.... terperangah.
Selang beberapa hari paman ku dari Kerawang datang berkunjung, kami mengantarkan mereka pulang ke Karawang kota. “Kita ke rumah Mang Bajing”, ajaknya bersemangat.
Mobil melaju menuju rumah Mang Bajing..... melalui rel seperti yang di ceritakan nenek-nenek waktu itu. Pos Desa Talaga Sari, saya terkesima membacanya. Sampailah kami di desa Talaga Sari. Mang Bajing sedang tidak ada di rumah. Akhirnya Bibi sibuk memasak, memotong ayam, memetik dedaunan untuk kami makan. Katanya sabil menunggu Mang Bajing. Anak-anak kami biarkan bermain keliling kampung. Utu datang dengan membawa sekeranjang peuh buah harum manis yang matang pohon, segar dan besar-besar.
“dikasih siapa”, tanyaku.
“kakek itu mah, tadi ketemu di jalan”, jawab Utu polos.
Tak sempat berpikir banyak, akau hanya mengiyakan saja.
Sesampai nya di rumah, “besok mau munggah puasa, makanya di hidangkan ayam untuk Nyai”, Ucap Ibu Ratu Nyi Mas Ayu Gandasari lembut.......  Haturnuhun..... hanya itu yang dapat terucap!.
“Nyai itulah pintu Wetan kaRAton nagaRA goib Tatar Sunda”, jelas nya lagi!.
Aku bingung tak mengerti dan hanya bis mengucap “HATURNUHUN”.

Teman baik saya, tetangga meminjam mobil untuk mngajak anak-anaknya berwisata ke pantai Carita. Saya dan anak perempuan saya ikut serta. Kami diizinkan pergi asal yang nyupir Pak Subur.
Sesampai nya di pantai Carita, Keke nama anak kami langsung membeli serokan untuk mengambil ikan, murah hanya lima ribu rupiah. Penjualnya seorang anak laki-laki.
Saya tidak terlalu memperhatikan anak laki-laki itu. Ia datang kembali dengan botol kemasan air minum bekas yang berisi ikan “nemo” warna kuning hitam, anak cumi dan beberapa jenis ikan laut lainnya. Keke sangat gembira menerima pemberian itu. Riska merasa ingin memiliki nya juga dan ia minta kepada anak penjual saringan itu, ikut membeli saringan, “Nanti bayarnya kalau kamu sudah bawain aku yang kayak gitu”, sambil menunjuk botol bekas air mineral berisi ikan hidup. Anak itu berlari kecil.
Sore hari anak kecil itu baru kembali menagih uang saringan yang belum di bayar Riska, dan tidak
membawa apapun.
Sesampainya di rumah, “karena Nyai bawa anak kecil, yang gasuhnya juga anak kecil”.
Haaah..... saya terheran-heran dan baru sadar bahwa anak kecil yang membawa botol bekas air mineral berisi ikan-ikan cantik dan anak cumi itu bukan manusia biasa!!!. Saya hanya bisa berucap “Haturnuhun”.

Berlibur ke Bandung dan seakan belum lengkap kalau tidak pergi ke Lembang dan di teruskan ke Tangkuban Parahu. Cuaca mendung di dekat kawah Ratu. Kami tidak berani turun dari mobil. Tak lama kami di sana dan memutar arah balik ke Maribaya.
Pos loket Maribaya, smbil menunggu saya melihat sekeliling, ukiran wajah raksasa di dinding  dekat pintu masuk, saya tidak terlalu memperhatikan detail.
Sesampainya di rumah.
“Nyai, siluman berkeliaran di seputar Gunung Tangkuban Parahu dan Eyang menjaga supaya siluman itu tidak keluar/turun gunung, karena belum di bayar. Bisa berbahaya bagi manusia”.
“Eyang hidup di dunia saat kejadian itu, dan tadi Nyai melihat ukiran kepala raksasa di Maribaya?,  itulah penjara nagaRA goib Tatar Sunda, dan ada satu lagi!. Nanti bila tiba saat waktunya Nyai bakal tahu”, ucap Eyang Saka Domas.... lembut.
Tak ada kata yang terucap dari mulut saya, selain bengong tak mengerti!.

Perjalanan dari Bekasi ke Bandung melalui Purwakarta ..... Wanayasa..... SagalaHerang!.
“Nyai bersihkeun hate!”, ujar Prabu Kian Santang.
Bingung!, kami Katolik. Ritual di gereja adalah mendengarkan Pastur berkotbah, dan tidak pernah teringat dalam pikiran saya ajaran untuk memberihkan hati!.
“Sing loba nga “doa”, nga “doa” ngadeuketkeun hate ka Gusti”, papatah dari Eyang Prabu Kian San Tang.

“Nyai ucapkeun doa “Ngahaturkeun hatur nuhun sareng hatur hormat nu sa ageng-agengna ka Gusti nu maha luhung”.
“Yaaa Allah yaa Gusti Nyuhun keun hampura na............”, ajar Eyang Hasan Mughni.
Saya berdoa seperti yang di ajarkan, saya berdoa “ngahampurakeun” orang-orang yang membenci saya.
“tah kitu  Nyai sing bersih hate”, sapa Eyang Prabu Kian San Tang.
Ooooo... jadi maksud nya membersihkan hati adalah dengan memaafkan orang yang berbuat jahat kepada kita, pikir ku sederhana saja.
“Nyai, hati bersih, hati bodas, hate caang!, Hate Urang Caang hirup urang oge caang!. Hirup urang caang, SAGALA HERANG!”,tambah Eyang Prabu Kian San Tang.
Patitah, papatah sareng Talatah  yang adi ajarkan Eyang PRAbu Kian Sang Tang Dipati Anom CakRADiningRAt.


Astagfirullah.......
Nyai... eta mah basa Arab, basa Sunda na mah “Sukur, haturnuhun, hampura”, kata Eyang Wijaya Nata Kesuma.
Eyang Wijaya Nata Kesuma hidup di saat Bupati Cianjur I, Eyang Aria Wirata Nu Datar,  ayahanda dari Eyang Haji Surya  Kencana.
“Nyai  Eyang Haji bade dongkap, ayeuna Eyang Haji nuju di Cirebon”, kata Eyang Haji Surya Asih yang baik.
Hanya dalam hitungan detik Eyang Haji Sutyakencana sudah datang.
“Nyai nu kagungan rizki mah ihwal ti Gusti nu Maha Luhung”.
“Barokah ti Eyang”, kata Eyang Haji Suryakencana teh.
Haahh, tergagap bengong. Hanya ucapan terima kasih yang terucap dalam hati.

“Nyai ulah sieun rizki moal di putus”, kata Eyang Wijaya Nata Kesuma.
“Nyai ulah sieun ku duit”, ujar Eyang Prabu Kian San Tang.
“Ulah nyalahkeun kolot”, kata Eyang Prabu Kian San Tang.
“Sing tawakal Nyai“,kata Eyang Maulana Malik Ibrahim.
“Sing sabar”, kata Eyang SakaDomas.
“Hirup kudu di tata”, kata Eyang Haji Surya Padang.
“nulungan ka jalma nu  ngarti hatur nuhun”, kata Eyang Haji Surya Padang.
“Sing bageur, ........”, kata Ibu Ratu Prabu Galuh.

Eyang Nangka Beurit, “Eyang ngawakilan Eyang nu kolot ti Tatar Sunda masihan barokah ka Nyai”.
Ibu Ratu Prabu Galuh, “Ibu mewakili semua Ibu Ratu Prabu di Tatar Sunda, masihan barokah ka Nyai”.
Eyang Prabu Ciung Wanara,”Nancepkeun paku bumi teu izin”. (Tol km 91 yang longsor terus).

Eyang Wijaya Nata Kesuma, “Eyang di Tatar Sunda aya 1122, urang Tatar Sunda upami, 1 nya 1 upami 2 nya 2”. (maksudnya Orang Tatar Sunda Tegas dan jujur).

Eyang Watu Wangi
Eyang Purbajaya,
Mbah Buyut Sentayam,
Eyang Jaga Paksa,
Eyang Jaga Riksa,
Eyang Jaga Raksa,
Eyang Jaga Lawang
Eyang Gajah Panamur, Eyang nu ngatur gunug-gunung di Tatar Sunda
Eyang Sakti
Eyang Prabu Sakti
Eyang Mancala Putra Mancala Putri
Eyang Raden Merah Putih
Eyang Hariang Bangga
Eyang Kidang Pananjung
Eyang Hariang Kancana
Eyang Sanghyang Boros Ngora
Eyang Ibu Ratu Ni Mas Ayu Gandasari
Eyang Ibu Ratu Nyi Roro Kidu, Eyang nu kagungan lauk
Eyang Hasan Mughni
Eyang Prabu Belang
Eyang Prabu Sancang V
Eyang Jaya
Eyang Sulaeman Jaya
Eyang Haji Gelang Kencana/Mbah Jalun/Eyang Sulaeman Patih, Eyang nu ngatur cai 
Eyang Pandan Aran
Eyang Jubleg Putih
Eyang Pura-pura Kali

Di Gunuug Gede, sembilan Karuhun Tatar Sunda.
Eyang Haji Surya Kancana
Eyang Haji Surya Asih
Eyang SakaDomas
Eyang Prabu Ciung Wanara
Eyang Prabu Hariang Bangga
Eyang Raden Merah Putih
Eyang Pura-pura Kali
Eyang Jubleg Putih
Eyang Jabat Putih


Ngahaturkeun haturnuhun ka sakabeh Eyang anu aya di kaRaton nagaRA goib Tatar Sunda yang telah mendampingi saya ziarah di dunia fana ini.
“Nyai hirup di dunya mah ngan sakeudeung”, kata Eyang Wijaya Nata Kesuma.

Sampurasun…………………….Terimalah sembah sujudku.

HATURNUHUN BUYUT

 


Masa kanak-kanak di asuh oleh buyut yang berdarah Tatar SUNda, jalmi Pasundan.

Masih  lekat dalam ingatan saat Mas Tukang Rampe dengan sepeda ontel tua nya parkir di pinggir sungai, mengantar bahan untuk "nyuguh" atau sesajen.
tukang rampe

Sekarang sudah jarang tukang rampe, penjual rampe sekarang tersembunyi di sudut  pasar traditional.

Bahan rampe yang di bawa Mas Tukang Rampe(giginya dari emas);

Dibungkus daun pisang  berisi kembang tujuh rupa;
  • irisan pandan
  • bunga mawar merah
  • bunga mawar putih
  • bunga cempaka
  • bunga kenanga
  • bunga melati
  • bunga pacar
Bungkusan  daun pisang yang lebih kecil (kata Buyut ku untuk membuat "rujakeun") berisi;
  • sepotong kecil kelapa
  • sepotong pisang
  • Asam jawa
  • gula merah 

Bungkusan lain (untuk seupaheun) berisi;
  • daun sirih
  • kapur sirih
  • gambir
  • daun saga
  • buah kapulaga
  • bunga cengkih
  • tembakau mole
  • kayu manis
dilengkapi dengan;
  • cerutu
  • Hahampangan(kue-kue)
  • pisang kapas
  • kemenyan
Mas penjual rampe mengantarkannya setiap hari Senin sore dan Kamis sore.
Menyalakan arang "parupuyan", tugas yang menyenangkan.

parupuyan
parupuyan

















Buyut meracik sesajen,  dan di taruh di atas "pendaringan", di tata apik lengkap dengan segelas air, kopi pahit dan kopi manis.


pandaringan
Jaman dahulu di gunakan untuk menyimpan beras
Setelah membaca "jampe-jempe", buyut berkeliling rumah membawa parupuyan  sambil komat-kamit, saya mengekornya dari belakang.
Ah.... hanya tinggal kenangan.

upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba
di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu

Membantu buyut menyiapkan "suguhan" adalah kegembiraan tersendiri, karena upahnya adalah pisang kapas yang daging nya berwarna putih  manis di pagi hari dan segelas air sesajen.
Buyut ku memberikan semua itu sambil komat-kamit, makanan dan minuman yang penuh dengan JAMPE atau DOA.

Mencari tahu arti "sesajen", merasa sangat bersyukur!.
Ungkapan "bersyukur" atau "doa" kepada SANG MAHA TUNGGAL, ALLAH sang PENCIPTA.

Ajaran salah yang saya dengar di bangku sekolah, bahwa "sesajen" itu tidak diperbolehkan oleh agama,
Padahal itu adalah ritual SUNda wiwitan, 
ajaran luhur karuhun Tatar SUNda.

SAMPURASUN....... Eyang nu aya di kaRAton nagara goib Tatar SUNda.

Haturnuhun sareng haturhormat nu saageng-agengna ka GUSTI ALLAH nu maha luhung.

Haturnuhun sareng haturhormat nu saageng-agengna ka sakabeh Eyang nu aya di kaRAton nagaRA goib Tatar SUNda. 

Benar-benar RETURN TO THE TRUTH.

Sekarang usia telah lanjut dan keputusan nya adalah lebih baik bebas dari agama "pemograman mental", yang menjauh kan saya dari karuhun.

Mencari  dan mendapatkan  kebenaran yang sebenarnya!.

Ibu Bumi

 sumber : http://foreverconscious.com

Lion Gate Portal

Kami semua telah menerima download planet yang besar dalam beberapa bulan terakhir dan yang terbesar belum datang dengan dibukanya portal Stargate atau Lionsgate hari ini, 8 Agustus 2015.

Sejak bulan biru 31 Juli, kita semua merasakan perubahan besar dalam energi. Hal-hal dalam hidup kita mungkin telah bergeser dan kita mungkin merasa tidak yakin atau tidak yakin akan apa yang ada di depan.


Semua perubahan ini benar-benar akan berujung pada bulan September 2015, namun untuk saat ini, kita semua diminta untuk mengaktifkan kesadaran kita karena pembukaan portal Lionsgate.

Lionsgate dibuka setiap tahun pada tanggal 8 Agustus sampai 12, saat Matahari ada di Leo dan ditandai oleh bintang Sirius yang bergerak lebih dekat ke bumi dan menyelaraskan sabuk Orion, yang secara sempurna disinkronkan dengan Piramid di Giza.

Meskipun hal ini terjadi setiap tahun, 2015 sangat istimewa karena numerologi 888 - pada hari ke 8 bulan ke-8 dalam setahun yang menambahkan hingga 8 kita yakin dapat melihat perubahan dan perubahan energik yang besar.

Energi Sirius adalah tentang kebangkitan frekuensi baru, potensi energik dan kesadaran yang lebih tinggi pada tingkat yang dipercepat.

Ketika Sirius dekat, dia memandikan planet Bumi dengan kekuatan, potensi dan arus kesadaran baru yang memungkinkan kita semua mengaktifkan chakra mata ketiga kita dan memanfaatkan energi tak terbatas dari keberadaan kita.

Selama masa ini kita semua akan diingatkan bahwa kita terhubung dengan alam semesta dan bahwa kita memiliki hikmat dan kekuatan bawaan untuk menciptakan realitas kita sendiri melalui pemikiran dan persepsi kita.

Kita mungkin juga merasakan perasaan keterhubungan yang lebih dalam dengan alam semesta dan bahwa kita bukanlah satu-satunya makhluk cerdas di dunia kosmis ini.

Kemampuan untuk melintasi dimensi lain dan perjalanan astral juga akan kuat saat ini, karena banyak yang percaya bahwa aktivasi Lionsgate dapat mengaburkan garis di berbagai dimensi dan frekuensi yang berbeda.

Munculnya aktivitas di luar bumi juga mungkin lebih tinggi dari biasanya dan mereka yang peka terhadap energi roh mungkin menghadapi pengalaman aneh atau bahkan makhluk asing.

Mereka yang mengidentifikasi sebagai Starseeds juga akan merasakan energi ini dengan kuat dan cenderung menerima informasi atau download tentang tujuan mereka.

Starseeds adalah mereka yang merasa berasal dari planet yang berbeda atau mereka tidak benar-benar tergabung. Kebanyakan dari mereka melaporkan memiliki mimpi reoccurring yang sama tentang dikirim ke Bumi oleh kehidupan di luar bumi untuk misi tertentu.

Intinya, Starseeds berevolusi menjadi makhluk yang berada di sini untuk membantu planet ini dalam meningkatkan kesadaran. Mereka yang beresonansi dengan ini cenderung memenuhi sebagian perjalanan atau tujuan mereka melalui pembukaan portal Lionsgate.

Karena cuaca yang energik dari planet lain di tata surya kita, tema tahun ini Lionsgate adalah: Keselarasan, Ibu Pertiwi dan Melanggar Batas


Keselarasan

Lionsgate benar-benar akan mengaktifkan tiga hubungan kunci yang kita jumpai - hubungan dengan diri sendiri, hubungan dengan yang lain dan hubungan dengan Alam Semesta.

Tanda dan gejala yang membesar mungkin lebih tinggi dari biasanya dan banyak yang bisa mempertanyakan tujuan atau makna hidup mereka. Mediasi di daerah ini akan sangat menguntungkan saat ini karena energi intuitif yang kuat dari Sirius.

Ketika berhubungan dengan orang lain, Lionsgate benar-benar akan meminta kita untuk bersikap tegas dalam niat kita dan untuk melihat melewati ego. Kita akan ditantang oleh energi ini untuk menemukan tempat cinta dan pengertian tanpa syarat dan memiliki keberanian untuk maju dan melepaskan, atau melangkah lebih jauh ke dalam pekerjaan.

Sejauh hubungan dengan alam semesta, kita semua akan merasakan yang satu ini dan mungkin kita bahkan mungkin bisa melihat sekilas betapa kuatnya pemikiran dan niat kita. Inilah saat yang tepat untuk mewujudkan acara dan peluang demi kebaikan tertinggi.

Ibu Bumi

Gagasan baru dan penemuan seputar teknologi, listrik, gravitasi dan 'hukum' alam semesta lainnya seringkali terhapus atau berlanjut sekitar saat ini dan mungkin juga ada penekanan pada sumber energi alternatif.

Kesadaran seputar keadaan planet ini telah meningkat seiring semakin banyak orang berbicara tentang pemanasan global dan jenis energi terbarukan lainnya.

Penggunaan metode bahan bakar tradisional yang membahayakan planet ini, seperti batu bara dan minyak akan kehilangan popularitas saat ini dan semakin banyak orang akan menuntut solusi yang lebih baik.

Kita semua adalah energi, dan ada sumber energi tak terbatas di sekitar kita dan semakin banyak orang yang menyadari hal ini, semakin besar kemungkinannya untuk berubah.

Batas Penghancuran.

Mungkin ini bisa lebih baik disebut, mengungkap kendala masyarakat.

Aturan dan batasan masyarakat pasti akan ditantang pada saat ini dan akan ada gelombang baru kesadaran seputar mengapa kita melakukan hal-hal tertentu dan struktur pemerintahan.

Seringkali kita bisa bergerak melalui kehidupan dengan penutup mata, hanya bertindak karena dengan baik, semua orang melakukannya.

Itu semua perlahan berubah dan orang sekarang menyadari bahwa mereka tidak harus menyesuaikan diri dengan batas masyarakat atau mempercayai semua yang mereka dengar di berita atau dari pemerintah yang korup.

Semakin banyak transparansi terhadap apa yang sebenarnya sedang terjadi akan muncul dan orang-orang mulai meletakkan peraturan dan batasan mereka sendiri, daripada mengikuti jejak orang lain.

Saat ini saat yang sangat kuat di alam semesta menjadikannya saat yang tepat untuk masuk dan benar-benar mengerti semua itu - Anda adalah makhluk tak terbatas, jiwa tak terbatas yang ada di Bumi untuk tumbuh dan berkembang untuk berkembang.

Perdamaian.

KARUHUN TATAR SUNda

 

Leluhur di Tatar Sunda berjumlah 1122.

"Karakter  TEGAS jalmi Pasundan nu linggih di Tatar Sunda, upami hiji teh hiji, upami 2 nya 2", kitu saurna teh.
Tapi saur na teh"Keun bae Tatar Sunda tetep jadi misteri!.

Nama leluhur Tatar Sunda di Gunung Gede atanapi Gunung Agung .
  1. Hyang Haji SuryaKencana
  2. Hyang Haji Surya Asih
  3. Hyang Prabu Ciung Wanara
  4. Hyang Saka Domas
  5. Hyang Raden Merah Putih
  6. Hng Hariang Bangga
  7. Hyang Pura-pura Kali
  8. Hyang Jubleg Putih
  9. Hyang Jabat Putih
Leluhur  Tatar Sunda:

Hyang Prabu Siliwangi
Hyang Patih Jaga Lawang
Hyang Patih Jaga Raksa
Hyang Patih Jaga Riksa
Hyang Patih Jaga Paksa
Hyang Prabu Kian San Tang, Dipati Anom Cakra Diningrat
Hyang Prabu Sancang V
Ibu Ratu Prabu Galuh
Hyang Prabu Belang
Hyang Gagak Rimang
Hyang Hariang Kencana
Hyang Kidang Pananjung
Mbah buyut Sentayam
Ibu Ratu Nyi Mas Ayu Gandasari
Ibu Ratu Nyi Loro Kidul
Hyang Prabu Sakti
Hyang Sakti
Hyang Wijaya Nata Kesuma
Hyang Aria Wirata Nu Datar
Hyang Purba Jaya
Hyang Hasan Mughni
Hyang Nangka Beurit(karuhun nu kolot).
Hyang Sulaeman Jaya
Hyang Haji Gelang Kencana, Mbah Jalun, Sulaeman Patih
Hyang Haji Surya Padang
Hyang Gajah Panamur
Hyang Maulana Malik Ibrahim
Hyang Syarif Hidayatullah
Hyang Mancala Putra-Mancala Putri
Hyang Gentar Bumi
Hyang Pangeran Sri Wijaya
Hyang Prabu Tajimalela
Hyang Prabu Terong Peot
Hyang Dipati Ukur
Hyang Guruminda
Hyang Sangkuriang
Hyang Kuncung Putih